H O M E

Selamat datang di Belajar Usaha Disini

Anda ingin memiliki usaha tapi tidak tahu mau usaha apa
Anda ingin memiliki usaha tapi tidak punya modal untuk usaha
Anda sudah bekerja atau usaha tapi ingin memiliki usaha lain

Kami bersama-sama yang lain membantu memberi solusi, informasi, misi, visi dan tentu anda juga harus berfikir seperti kami

Kami tidak menjanjikan penghasilan, tapi anda yang memiliki penghasilan
Kami tidak menjanjikan kekayaan, tapi anda yang ingin memiliki kekayaan.
Kami tidak menjanjikan masa depan, tapi anda yang ingin memiliki masa depan.

Kami memberikan jalan anda yang melakukan agar usaha anda berjalan.

Dan kami juga membantu anda dalam membangun Iklan anda membantu membangun organisasi anda dengan memberikan support (dorongan) kepada anda yang memang mau tahu bagaimana caranya agar anda BISA dan memang BISA.

Sebenarnya sukses itu mudah
Jadi siapa bilang sukses itu mudah siapa bilang susah.....


Rabu, 07 Juli 2010

Usaha Bawang Goreng

Sukses Berbisnis Makanan Kemasan

Kejelian melihat peluang pasar, itulah kelebihan Ari Dianto dalam menjalankan usaha bawang goreng sejak 1996. Dengan modal awal sekitar Rp 100 ribu untuk membeli 10 kilogram bawang merah dari Brebes, Jawa Tengah, minyak goreng, dan plastik pembungkus, Ari kini mampu meraih omzet puluhan juta rupiah per bulan.

Ari dan istrinya Sri Mulyanti mengaku sempat kesulitan berbisnis bawang goreng. Namun berkat ketekunan dan keseriusan, mereka kini menjadi pengusaha bawang goreng yang sukses di Bogor, Jawa Barat. "Untuk pemasaran Januari-Februari kita bisa memasarkan dua sampai tiga kwintal per hari. Pemasaran mencakup wilayah Jabotabek," ujar Ari yang hanya lulusan sekolah menengah atas belum lama berselang.

Selain bersama sang istri dalam berbisnis, Ari dibantu 10 karyawan yang berasal dari lingkungan tempat tinggalnya. Ari biasa memasarkan bawang goreng seharga Rp 35 ribu per kg. Guna meningkatkan jumlah konsumen, Ari melakukan pendekatan langsung ke sejumlah pedagang makanan yang membutuhkan bawang goreng seperti penjual bakso serta pengusaha katering.

Keberhasilan berbisnis juga dirasakan Erlismiati. Sejak 2000, ia eksis memasarkan sambal balado kentang hasil kreasi sendiri. Dengan modal awal sekitar Rp 300 ribu untuk pembelian bahan baku kentang, cabe giling, minyak goreng, dan peralatan dapur, Erlismiati kini mampu meraih omzet hingga Rp 10 juta per bulan. Bahkan, ia bisa mencapai keuntungan dua kali lipat pada hari-hari besar seperti Idulfitri dan Iduladha. "Resep saya ciptakan sendiri. Saya memakai pengawet alami yaitu kapur sirih," ujar wanita berusia 46 tahun ini.

Dalam menjalankan usahanya, Erlismiati sehari-hari dibantu lima karyawan tetap dan delapan pegawai lepas yang berasal dari anggota keluarga maupun lingkungan rumahnya di Bekasi Utara, Jabar. Ia bermula memasarkan produknya dari kelompok pengajian dan acara silaturahmi keluarga. Namun, pemasaran hasil kreasi Erlismiati kini menjangkau Kalimantan, Bali, hingga Mekah, Arab Saudi. "Saya biasa menjual antara Rp 6.000 per ons atau Rp 60 ribu per kilogram," tutur Erlismiati. 
 
Diambi dari sumber: Liputan6.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar